Apa Itu Aqiqah?

Mengapa Anda Harus Aqiqah?

Aqiqah ialah salah satu ajaran Islam yang dicontohkan Rasulullah SAW. Aqiqah berisi hikmah dan manfaat positif yang kamu bisa petik di dalamnya. Oleh karena itu. Kita sebagai orang Islam sudah selayaknya melaksanakan setiap ajaran Rasulullah SAW tanpa terkecuali, termasuk aqiqah ini.

Setiap orang lanjutusia mendambakan anak yang shaleh, bertakzim dan meneteskan kebahagiaan terhadap kedua orangnya. Aqiqah adalah salah satu pesta penting bakal menanamkan nilai-nilai ruhaniah pada anak yang masih maksum. Dengan Aqiqah diharapkan si banyi memperoleh kekuatan, kesehatan lahir lalu batin. Ditumbuhkan dan dikembangkan lahir lalu batinnya dengan nilai-nilai Ilahiyah.

Oleh Aqiqah diharapkan sang bocah kelak selaku anak yang shaleh dan bertakzim kepada kedua orang tuanya. Jika acara ini dilaksanakan oleh tulus-ikhlash dan dijiwai nilai-nilai ruhaninya oleh kedua orang tuanya, jelas akan berpengaruh terhadap perkembangan sang bayi, khususnya jiwa dan ruhaninya.

Aqiqah merupakan salah satu acara ritual di dalam Islam, yang dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran seseorang bayi. Aqiqah prinsipnya sunnah muakkad (mendekati wajib), terlebih sebagian ustaz menyatakan harus.

Pentingnya Beraqiqah

Apabila kamu memiliki muatan yang bisa memanggil manfaat beserta bangga memilikinya, tetapi barang tersebut dalam keadaan tergadai, sepertiapa sikap kita terhadap barang tersebut ?. Jelasnya kita berusaha semaksimal mungkin buat menebusnya.

Aqiqah adalah usaha kita buat menebus anak kita yang tergadai. Aqiqah pun merupakan realisasi rasa syukur kita menurut anugrah, sekaligus lurusakal yang diberikan Allah SWT akan kita. Aqiqah juga sebagai usaha kita mencetuskan sunnah Rasulullah SAW, yang merupakan perbuatan yang terpuji, mengarah-arahi saat ini sunnah tersebut mulai jarang dilaksanakan oleh golongan muslimin.

Rasulullah SAW bersabda :

“ Barangsiapa menghidupkan sunnahku disaat kehancuran pada umatku, maka baginya ganjaran orang yang mati syahid. “ ( Al – Hadst )

Selain itu, membludak juga guna yang lain, seperti : memperdekat tali silaturrahmi lalu ikatan sosial atas para kerabat, tetangga, miskin miskin, danlain-lain. Oleh karena itu, marilah kamu bersama – selaras berusaha mencetuskan

Kata Aqiqah berawal dari bahasa arab. Secara etimologi, ia berarti memutus. ‘Aqqa wi¢lidayhi, artinya apabila ia memutus (tali silaturahmi) keduanya. Dalam istilah, Aqiqah berguna “menyembelih kambing pada hari ketujuh (dari kelahiran seorang bayi) bagai ungkapan rasa terimakasih atas belaskasihan Allah swt berupa kelahiran satuorang anak”.
Aqiqah merupakan salah satu keadaan yang disyariatkan dalam agama islam. Dalil-dalil yang menyatakan keadaan ini, di antaranya, adalah Hadits Rasulullah saw, “Setiap anak tertuntut oleh Aqiqah-nya. Ada Hadits lain yang menyatakan, “Anak laki-laki Aqiqah-nya atas 2 kambing tengah anak perempuan Aqiqah-nya oleh 1 ekor embek. Bagi seseorang ayah yang bisa hendaknya menyalakan sunnah ini hingga dia mendapat balasan. Dengan syariat ini, ia bisa berpartisipasi dalam mengedarkan rasa cinta di masyarakat bersama mengundang para tetangga dalam perjamuan ‘Aqiqah tersebut. Perihal kapan ‘Aqiqah dilaksanakan, Rasulullah saw bertitah, “Seorang anak tertahan hingga ia di Aqiqah-i, yaitu yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dikasih nama pada waktu itu’?. Hadits ini menerangkan kepada kita kalau ‘Aqiqah mendapatkan kesunnahan apabila disembelih pada hari ketujuh. Sayyidah Aisyah ra dan Penganjur Ahmad berpendapat jika ‘Aqiqah bisa disembelih pada hari ketujuh, alias hari keempat belas maupun hari keduapuluh satu. Sedangkan Imam Malik beranggapan bahwa sembelihan ‘Aqiqah pada hari ketujuh cuma sekedar sunnah, jika ‘Aqiqah disembelih pada hari keempat, maupun kedelapan ataupun kesepuluh atau sesudahnya alkisah hal itu dibolehkan.
Para malim menganjurkan agar supaya daging aqiqah tersebut dibagikan dalam keadaan telah dimasak beserta bukan dalam status mentah, karena hal itu memperbanyak kebaikan dan syukur atas nikmat ini.

Arti Aqiqah

Akikah berarti menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran seseorang anak. Menurut bahasa, akikah berharga pemotongan Ketetapannya sunah muakkadah menurut mereka yang mampu, terlebih sebagian rohaniwan menyatakan perlu. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Seorang anak yang baru lahir tergadaikan oleh akikahnya. Alkisah disembelihkan kambing untuknya pada hari ke tujuh, dicukur rambutnya lalu diberi nama”. (HR. Ashabussunah) Imam Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan dari Ummu Karaz Al Ka’biyah bahwa dia bertanya pada Rasulullah tentang akikah. Beliau bersabda, “Bagi anak pemberani disembelihkan dua ekor kambing dan untuk anak perempuan disembelihkan satu buntut. Dan tiada akan membinasakan kamu sekalian, apakah (sembelihan itu) jantan atau betina.”

Asas Melaksanakan Aqiqah

Adat aqiqah adalah sunnah mu’akkad. Aqiqah buat anak laki-laki bersama dua ekor wedus, sedangkan bagi wanita oleh seekor kambing. Apabila mencukupkan diri dengan seekor kambing untuk anak laki-laki, itu pun diperbolehkan. Anjuran aqiqah ini selaku kewajiban aba (yang menanggung nafkah anak, pen). Apabila saat waktu dianjurkannya aqiqah (contohnya tujuh hari kelahiran, pen), orang tua dalam keadaan faqir (tak mampu), maka ia tak diperintahkan untuk aqiqah. Karena Allah Ta’ala berfirman (yang poinnya), “Bertakwalah kepada Allah sedapat kalian” (QS. At Taghobun: 16). Namun jikalau ketika waktu dianjurkannya aqiqah, orang tua dalam situasi berkecukupan, maka aqiqah masih tetap jadi tanggungan ayah, tidak ibu beserta bukan pun anaknya.

Masa Pelaksanaan Aqiqah

Rosululah mencontohkan pada hari ketujuh mencukur rambut bayi, memberi sebutan yang baik dan menyembelih kibsy (kibas putih) atau wedus untuk aqiqah, Jika pada hari ketujuh, belum ada kelapangan rizki, dapat ditunda pada hari ke 14, kalau belum mampu juga sanggup dilakukan pada hari ke 21, bila belum mampu juga bisa dilakoni sampai allah memberikan rizki yang lapang, insya’allah kalu ditekadkan, allah akan turun tangan.

Syarat Aqiqah

1. Niat yang benar
2. Masa yang diisyaratkan
3. Hewan dari jenis Kibsy (domba Putih) nansehat hayat minimal seperdua tahun dan wedus minimal satu tahun
4. Bakal anak laki-laki dua belakang, dan bakal anak perempuan satu ekor
5. Hal-hal yang Disunnahkan Era Melaksanakan Aqiqah
– Membaca basmalah.
– Membaca sholawat atas Nabi.
– Membaca takbir.
– Membaca ciri aqiqah
“Bismillahir rohmaanir rahiim Allahumma minka wa ilayka aqiiqotu fulaanin fa taqobbal minnii” (Dengan mengucapkan nama Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Penyayang, Betul Allah dari Engkau dan untuk Anda aqiqah fulan (sebutkan nama anak yang diaqiqahi) ini saya persembahkan, maka terimalah dariku).

Limitasi Kambing Aqiqah

Kondisi hewan yan dimestikan untuk aqiqah adalah dari type kambing alias domba. Contoh kelaminnya jantan maupun betina enggak masalah yang esensial sehat, tidak cacat lalu sudah berumur. Sebaiknya benar mencari hewan Aqiqah yang sempurnah serupa yang dicontohkan nabi besar Muhammad SAW kala laksanakan Aqiqah, yaitu kambing jantan yang segar dan tak cacat. Tapi begitu buat menjaga keragu-raguan umatnya dalam memastikan kategori embek maka nabi SAW bersabda yang di riwayatkan oleh Ashhabus Sunan yang maksudnya seperti di bawah ini :
“Untuk anak laki-laki dua kambing, dan untuk anak gadis satu kambing, lalu tidak memudharati kamu apakah kambing-kambing tersebut laki-kaki atau betina.” (HR. Ashhabus Sunan, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany).

Model dan Syarat Hewan Buat di Aqiqah

1. Type hewan yang diharuskan utk Aqiqah yaitu dari model hewan mamalia kecil seperti kambing, biri-biri dan kambingarab.
2. Kategori kelamin kambing utk Aqiqah bisa berjenis kelamin pria atau awewe sama saja dan tidak terlihat masalah, menurut sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dari jalan Ummu Kurz, “….tak mudharat bagi anda apakah kambing jantan atau kambing perempuan…”
3. Umur wedus untuk aqiqah itu individual dikiaskan dengan hayat kambing qurban, adalah : Untuk kibas atau biri-biri cukup satu thn atau rendah sedikit; Buat embek biasa umurnya cukup dua thn lalu masuk tahun ketiga; Sifat serta penampilan embek untuk aqiqah seharusnya tidak jauh tidak serupa embek qurban yakni embek yang sehat serta bagus, tidak kambing yang aib dan sakit.

Pemberian Daging Aqiqah

Dalam pemberian daging aqiqah, terdapat beberapa hal yang perlu diketahui. Penjatahan daging aqiqah berselisih dengan penghitungan daging qurban. Dari bidang makan perintah ibdah pun berbeda sehingga dalam pemberiannya juga bertentangan.

Untuk siapa daging aqiqah dibagikan ?

Mengenai pembagian daging aqiqah dalam Islam, terdapat perbedaan pandangan diantara ulama. Ada yang menyatakan kalau pembagian mataikan aqiqah hampir sama dengan pemberian daging qurban yaitu sebagiannya boleh dikonsumsi oleh keluarga yang beraqiqah dan sebagiannya lagi disedekahkan kepada fakir bangsat dan tetangga.
Jika shohibul aqiqah tidak mengonsumsi dan kemudian memberikan terhadap fakir miskin seluruhnya (amal), itu tetap diperbolehkan dan tidak tampak halangan untuk itu. Syaikh Utsaimin berkata : Beserta tidak apa-apa beliau mensedekahkan darinya dan menghimpun kerabat lalu tetangga untuk mengonsumsi makanan daging aqiqah yang sudah matang.
Sedangkan berdasarkan Syaikh Jibrin, beliau bercakap “Sunnahnya dia makan sepertiganya, menghadiahkan sepertiganya terhadap sahabat-sahabatnya, dan mensedekahkan sepertiga lagi kepada kaum muslimin, serta boleh memanggil teman-teman dan kaum untuk menyantapnya, ataupun boleh pun dia mensedekahkan semuanya”.
Pendapat lain menurut Syaikh Ibnu Bazz, beliau berkata, “Dan engkau berdikari memilih antara mensedekahkan seluruhnya atau sebagiannya lalu memasaknya kemudian mendatangkan orang yang engkau amati pantas diundang dari kalangan kerabat, tetangga, teman-teman seiman beserta sebagian orang faqir untuk menyantapnya, dan keadaan serupa disebut oleh Ulama-ulama yang terhimpun di dalam Al lajnah Ad Daimah”.

Diatas semula merupakan sebagian pendapat dari para rohaniwan. dalam pembagian ketuat aqiqah, lebih afdhol dalam keadaan telah matang atau suah dimasak. Ini yang membedakan dengan pembagian ketuat qurban. Meskipun keputusan hewan sembelihan antara aqiqah dan qurban hampir selaras.
Pembagian ketuat aqiqah dibagikan sebagian kepada fakir bapet sebagai amal. Dibagikan pula terhadap kaum kaum, tetangga, yang membatu persalinan atau suku bangsa tertentu selaku hadiah dan juga dapat sebagian untuk dimakan sendiri. yang diperbolehkan untuk dikonsumsi sendiri merupakan 1/3 daging sembelihan aqiqah lalu tidak boleh lebih dari sepertiga bagian.

Tujuan dan Manfaat Aqiqah

Setiap ibadah yang disyariatkan oleh Allah SWT, tentu memiliki manfaat lalu hikmah yang besar untuk umat individu. Bahkan, dalam pembentukan langit dan dunia, bahkan makhluk yang paling kecil pun, kedapatan hikmah yang besar di dalamnya. Lalu tidak tampak yang sia-sia diciptakan oleh Allah. Allah juga enggak merasa malu, karena menghasilkan makhluk yang minim, kendati dalam tinjauan manusia mudarat.

Sesungguhnya Allah tiada segan membikin perumpamaan berwujud nyamuk atau yang lebih sedikit dari itu. Adapun sebagianorang yang beriman, sehingga mereka yakin bahwa perumpamaan itu betul dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang ateis mengatakan, “Apakah arti Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu meluap orang yang disesatkan Allah, dan oleh perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya bakat. Dan tiada ada yang disesatkan Allah hanya orang-orang yang buruk.” (QS al-Baqarah [2]: 26).

Dengan bahan ayat di menurut, jelaslah bahwa masalah itu untuk mencoba umat manusia, apakah dengan ibarat itu mereka menjadi orang yang bersyukur atau kafir (ingkar).

Dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa dalam invensi langit dan bumi, sesungguhnya terdapat tanda-tanda bagi orang yang berpendapat. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah dengan berdiri atau bercokol atau dalam keadan berebahan dan mereka mempertimbangkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan aku, tiadalah Engkau menghasilkan ini dengan rusak, Mahasuci Engkau, lalu peliharalah kami dari hukuman neraka.” (QS Ali Imrah [3]: 191).

Pun demikian halnya atas tujuan akikah untuk menyembelih hewan saat kelahiran anak. Sebagai bagian dari fikih ibadah, akikah mengandung membludak hikmah. Berdasarkan Syekh Abdullah Nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam, akikah memiliki beberapa hikmah. Pertama, menghidupkan adat Nabi Muhammad SAW dalam mencontohi Nabi Ibrahim AS, ketika Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS.

jasa aqiqah di yogjakarta , dalam akikah mengandung anggota perlindungan dari setan yang dapat merisaukan anak yang terlahir itu, dan ini cocok dengan makna hadis, yang poinnya, “Setiap anak itu tergadai dengan akikahnya.” Sehingga, anak yang pernah ditunaikan akikahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan iblis yang sering merisaukan anak-anak. Keadaan inilah yang dimaksud oleh Imam Bani Qayyim al-Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari dedemit tergadai oleh akikahnya”.

Ketiga, akikah merupakan tauran bagi anak bakal memberikan syafaat untuk kedua orang tuanya kelak pada hari akhir, sebagaimana Imam Ahmad mengungkapkan, “Dia tergadai dari memberikan syafaat buat kedua orang tuanya (dengan akikahnya).”

Keempat, yaitu bentuk ancangan diri kepada Allah SWT serentak sebagai wujud rasa syukur menurut karunia yang dianugerahkan Allah SWT dengan lahirnya sang anak.

Kelima, akikah sebagai sarana membentangkan rasa gembira dalam membuat syariat Islam lalu bertambahnya keturunan mukmin yang tentu memperbanyak penganut Rasulullah SAW pada hari kiamat.

Keenam, akikah bisa memperkuat solidaritas (persaudaraan) di antara rakyat. Ketujuh, merupakan aparat untuk menjalankan prinsip-prinsip keadilan sosial dan menghapuskan pertanda kemiskinan di dalam populasi. Misalnya, bersama adanya daging yang dikirim terhadap fakir miskin.

Syukur nikmat
KH Muhammad Sholikhin dalam bukunya “Mukjizat serta Misteri Lima Damai Islam: Menjawab Tantangan Zaman” mencetuskan, dalam ibadah akikah terkandung anggota tarbiyah (pendidikan), yakni membimbing ketakwaan anak agar sebagai orang yang dekat (taqarrub) kepada Allah, serta menghilangkan sifat-sifat kehewanan pada diri anak, karena insan pada umumnya juga memiliki sifat-sifat hewaniah yang perlu dihilangkan dengan norma etika keyakinan.

Di samping itu, akikah juga bertujuan buat mendidik anak jadi hamba yang dekat dengan Allah SWT. Sebab, akikah itu individual adalah aksi berkurban. Perbedaannya dengan qurab (kurban) pada hari Idul Adha terletak pada syariatnya.

Bila kurban pada bulan Dzulhijjah disyariatkan sehubungan dengan peristiwa haji, serta tertentu untuk yang mampu bersama memiliki kehendak yang sama oleh prosesi haji, sebaliknya akikah adalah kurban hewan bakal diri pribadi sebagai penebusan terhadap jiwa anak yang terkini lahir,” tulisnya.

Dan sebagai khusus, tujuan beserta manfaat akikah adalah merupakan wujud syukur menurut anugerah yang diserahkan Allah kepada satuorang Muslim, atas kehadiran buah batin dalam kehidupan keluarganya

Hikmah Aqiqah

Banyak sekali manfaat-manfaat yang akan dihasilkan dengan beraqiqah, di antaranya:

1. Melucutkan anak dari ketergadaian
2. Pembelaan orang tua di hari kemudian
3. Menghindarkan anak dari kecelakaan dan kehancuran, sebagaimana pengorbanan Nabi Ismail AS serta Ibrahim AS
4. Pembayaran hutang orang tua kepada anaknya
5. Pengungkapan rasa gembira atas tegaknya Islam dan keluarnya turunan yang di kemudian hari akan memperbanyak penganut Nabi Muhammad SAW
6. Menguatkan tali silahturahmi di antara anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir
7. Sumber cengkeram sosial dan meniadakan kemiskinan di masyarakat
8. Melepaskan anak dari godaan dedemit dalam urusan mayapada dan darulbaka.